laprak modul 2



1. Jurnal [Kembali]

Nama : Rafi Firmansyah
No BP : 2410952066
Tanggal Praktikum : 18 Maret 2025
Asisten : Adnan kasogi
                Ghina Shalsabila

MODUL 2 : Pengukuran Daya dan Oscilloscope


  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

0,08 V--

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

5,08 V10x10^-5 s10 KHz


  1.  Membandingkan Frekuensi


Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

10 KHz10  KHz

Gergaji

9,99  KHz10  KHz

Pulse

10  KHz10  KHz


  1. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous


Perbandingan

Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Lissajous

1:1

1 KHz1 KHz

1:2

1 KHz2 KHz

2:1

2 KHz1 KHz

3:1

3 KHz1 KHz

2:3

2 KHz3 KHz

3:2

3 KHz2 KHz


  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,30091,8740,260,48724

2 Lampu

0,88073,220,240,7728

3 Lampu

1,32884,830,251,2075


  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,56291,650,250,4125

2 Lampu

1,07821,530,480,7344

3 Lampu

1,55791,420,721,0224





2. Prinsip Kerja [Kembali]

OSCILOSCOPE 

    1. Kalibrasi Osciloscope

a. Hidupkan oschiloschope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron
b. atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah tengah
c. hubunhgkan input kannal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oschiloscope
d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya
.

      2. Pengukuran dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

                Prinsip kerja :
                Pada rangkaian ini, sumber dc atau power supply sebesar 4 V dihubungkan dengan kanal B pada osiloskop untul mengamati dan mengukur tegangan dari arus searah. Dan untuk grafik sinusoidal dari signal generator diatur frekuensi sebesar 1 kHz dan tegangan 4 Vp-p, lalu dihubungkab dengan kanal A pada osiloskop, sehingga jika rangkaian dijalankan, maka grafik dari osiloskop dapat diamati. 
dengan langkah
● Tegangan Searah
a. Atur output power supply sebesar 4 Volt
b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan
yang diukur oleh oscilloscope
• Tegangan Bolak Balik
a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal,
dengan besar tegangan 4 Vp-p
b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

        3.Mengukur dan Mengamati Frekuensi


                Prinsip kerja : 
                    Pada pengukuran frekuensi dengan menggunakan signal generator dan oscilloscope, output dari function dihubungkan ke input kanal A dengan frekuensi tertentu. Pada saat dijalankan, rangkaian ini akan menghasilkan gelombang pada oscilloscope. Frekuensi yang terbaca pada generator ini dapat dibandingkan dengan frekuensi yang terbaca pada oscilloscope, gelombang yang terbaca di oscilloscope dicari terlebih dahulu periode(T) setelah itu didapatkan frekuensi dengan rumus (1/T) , dan akhirnya dapat dibandingkan frekuensi yang terbaca pada signal generator dan frekuensi yang terbaca pada Oscilloscope.
dengan langkah
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal
A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi
sinusoidal
c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah
frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator
d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan
frekuensi yang ditunjukan oleh function generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji dann gelombang pulsa

            4. Membandingkan frekuensi dengan cara Lissajous


                    Prinsip kerja :
                    Rangkaian ini menggunkan dua buah function generator yag masing-masing dihubngkan pada kanal A dan kanal B dari osiloskop.  Sinyal yang tidak diketahui dihubungkan pada input A dan sinyal yang dapat dibaca dihubungkan pada kanal  B. Atur frekuensi pada kanal A sampai terbentuk seperti salah satu gambar 2.1 yang ada pada modul, kemudian amati perbandingan frekuensinya.
dengan laangkah
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih
kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B
c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan
sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B
d. Atur frekuensisinyal pada kanal A,sehingga diperoleh gambarsepertisalah
satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.
Bacalah penunjukan frekuensi generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam
bentuk gambar gelombang Lissajous
f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2
Perbandingan 1:1


Perbandingan 1:2


Perbandingan 2:1


Perbandingan 1:3


Perbandingan 3:1


Perbandingan 2:3


Perbandingan 3:2

            5. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri



                    Prinsip Kerja :
                Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul, yaitu rangkaian lampu seri dan kemudian masing-masing beban diberi daya sebesar 25 watt dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya.
dengan langkah
a. Buat rangkaian seri seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
d. Catat penunjukan dari wattmeter



Rangkaian daya beban lampu seri


                    6. Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel


                            Prinsip kerja :
                                Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul, yaitu rangkaian lampu paralel. Kemudian masing-masingnya di berikan beban sebesar 25 watt dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya.
dengan langkah
a. Buat rangkaian paralel seperti gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
d. Catat penunjukan dari wattmeter





Rangkaian daya beban lampu paralel

3. Video Percobaan [Kembali]

1. Video percobaan mengukur dan mengamati tegangan searah dan tegangan bolak balik



2. video mengukur dan mengamati frekuensi


3. Video percobaan Membandingkan frekuensi dengan cara Lissajou




4. Video percobaan Pengukuran daya pada rangkaian beban daya lampu seri


5.  Video percobaan Pengukuran daya pada rangkaian beban daya lampu paralel


4. Analisa[Kembali]

Analisa Modul 2

Oschiloscope dan pengukuran daya


1) Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum Oschiloscope digunanan
 Jawab:
 Karena untuk memastikan Leakuratan dan heandatan dalam pengukuran tanpa kalibrasi oschiloscope mungkin memberi hatil yang akurat yang dapat berdampak pada perolehan data dan pengambilan keputusan yang salah.

2) Jelaskan perbedaan tegangan Ac dan Dc pada rangkaian aschioscope berdasar Amplitudo, frekuensi dan perioda
jawab

Faktor pembeda

Ac

Dc

Frekuensi

Jumlah gelombang terjadi dalam satu sekon dengan satuan hz

Bernilai 0

Perioda

Waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya satu gelombang penuh

Tak berlaku

Amplitudo

Gelombang yang berosilasi sekitar Tengah di mana ini adalah nilai puncak dari gelombangnya yang terukur dari puncak ke puncak yang naik turun secara periodik

Muncul sebagai garis lurus yang amplitudo nya konstan

 

3) Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi 

Jawab

a. Gelombang sinusoidal

 adalah gelombang berbentuk mengikuti fungsi sinus yang amplitudonya berfluktuasi secara sinusoida

 

b. Gelombang persegi atau pulsa

 adalah gelombang yang berbentuk kotak dengan dua tingkat tegangan beda yang terdiri dari dua garis vertikal dan 2 horizontal 

c. Gelombang segitiga 

gelombang yang berbentuk seperti segitiga dengan dua sisi miring yang sama nilainya 

d. Gelombang gergaji yaitu gelombang yang berbentuk seperti gigi gergaji yang terdiri dari satu sisi miring dan satu sisi vertikal 


4) Bandingkan nilai daya yang terukur dengan nilai daya yang terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri 

jawab

% Error yang didapat cukup besar yang bisa saja disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan pengukuran seperti ketelitian yang kurang, tidak mengkalibrasi alat ukur sebelum digunakan dan dalam pengolahan data.


5) Bandingkan nilai daya yang terukur dengan nilai daya yang terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel

jawab

% Error yang didapat cukup besar yang bisa saja disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan pengukuran seperti ketelitian yang kurang, tidak mengkalibrasi alat ukur sebelum digunakan dan dalam pengolahan data.

5. Download File[Kembali]

Download File TP disini

Download File LA disini

Download Video Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik disini

Download Video Mengukur dan Mengamati Frekuens disini

Download Video Membandingkan Frekuensi dengan cara Lissajous  disini

Download Video Pengukuran Daya Beban Lampu Seri disini

Download Video Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel disini

Download File jurnal disini


Komentar